PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
MedisNeuropsikologi

anestesi

anesthesia (anaesthesia)

Ringkasan Singkat

Hilangnya sensasi rasa sakit atau kesadaran secara sengaja yang diinduksi oleh obat-obatan atau melalui kondisi neurologis/psikologis tertentu.

Anestesi secara umum merujuk pada pembiusan, yaitu kondisi di mana tubuh tidak lagi responsif terhadap rangsangan luar, terutama rasa sakit. Anestesi dapat bersifat lokal (hanya pada bagian tubuh tertentu) atau umum (seluruh tubuh disertai hilangnya kesadaran). Selain melalui penggunaan obat-obatan kimia (anestetik), keadaan anestesi juga dapat dicapai melalui teknik hipnosis, akupunktur, atau dalam kasus tertentu dapat muncul secara spontan akibat cedera saraf atau gangguan psikologis.

Dalam psikologi klinis, terdapat fenomena 'anestesi histeris' atau gangguan konversi, di mana seseorang kehilangan sensasi sentuhan atau rasa sakit di bagian tubuh tertentu tanpa adanya kerusakan fisik pada sarafnya. Hal ini biasanya merupakan manifestasi dari stres psikologis yang sangat berat. Memahami mekanisme anestesi sangat penting tidak hanya untuk prosedur medis, tetapi juga untuk mempelajari bagaimana otak memproses persepsi sensorik dan kesadaran dalam berbagai kondisi ekstrem.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Miller's Anesthesia. (2019). Elsevier.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback